matamu umpat diriku
sumpah serapah tertutur dengan indah
lewat secangkir kopi pagi hari
tanpa gula.........pahit
hentak kakimu lain
menjejak dalam gelisah juga marah
semburat keringat menyengat
ah..........aku ingat
pasti kau tak orgasme tadi malam
7/21/10
5/26/10
4/19/10
Bunga
Bunga...
Lama harum menggoda nafas
Segar mengisi rongga urat nadi
Nyali tak sepadan dengan hati
Hingga hati hanya bermimpi sendiri
Di ujung jalan hati berdetak
menanti rona untuk sejenak
Bukan peluk kuharap sangat
Hanyalah senyum sebagai obat
Bunga...
Maaf hamba berucap lancang
Detak mengambang dalam bimbang
Sungguh malang teramat malang
Bunga hilang diambil orang
Lama harum menggoda nafas
Segar mengisi rongga urat nadi
Nyali tak sepadan dengan hati
Hingga hati hanya bermimpi sendiri
Di ujung jalan hati berdetak
menanti rona untuk sejenak
Bukan peluk kuharap sangat
Hanyalah senyum sebagai obat
Bunga...
Maaf hamba berucap lancang
Detak mengambang dalam bimbang
Sungguh malang teramat malang
Bunga hilang diambil orang
1/2/10
Entahlah...
Haruskah aku meminta lebih
Sedang senyummu cukup bagiku
Mengapa aku harus mengeluh
Bukankah cinta menari di relung hatimu
Senyumlah padaku wahai pesona
Menarilah bersama mimpi-mimpi
Wahai detak yang tak mampu kuraba
Aku melihat Tuhan dalam parasmu
Telah kupahat didalam hati
Seribu prasasti rangkaian bunga cinta
Semoga kereta asmara mampu membawa segalanya
Karena sebenarnya kau terlalu sempurna
Sedang senyummu cukup bagiku
Mengapa aku harus mengeluh
Bukankah cinta menari di relung hatimu
Senyumlah padaku wahai pesona
Menarilah bersama mimpi-mimpi
Wahai detak yang tak mampu kuraba
Aku melihat Tuhan dalam parasmu
Telah kupahat didalam hati
Seribu prasasti rangkaian bunga cinta
Semoga kereta asmara mampu membawa segalanya
Karena sebenarnya kau terlalu sempurna
Subscribe to:
Posts (Atom)
