5/26/16

Alamat

Alamat ini masih kusimpan jua
sederet tulisan warna hitam bernoda tinta
kertasnya tak lagi semulus dahulu
bahkan deretan huruf mulai punah
Aku menggenggam dengan berharap
tak ada aral bagi jiwa berjumpa
semoga saja terik bukan halang belaka
karena alamat ini kubuka semua nostalgila
Kotamu tak lagi sepi
rimbunnya pohon asam tak lagi tampak
tembok dan pagar dari besi kokoh mengganti
serasa daku mulai sendiri
Nomor lima-lima
jalan kenanga mengarah utara
berpagar bata tanpa plesteran
masih sama seperti yang engkau ceritakan
Selamat berjumpa wahai kawanku
kuharap engkau tak lupa padaku
daku pengelana dirimba dunia
ku ketuk pintumu sahabat lama

Benci tapi rindu

Aku seperti duri
menusukmu tanpa henti
diselimut kulit ari

Aku seperti comberan
setiap jengkal dilipatan nafas
kutiup bau bagai upas

Aku seperti mimpi buruk bagimu
karena aku tahu
engkau tak kan mampu hidup tanpaku

akulah duri yang kau benci
namun bau yang kau rindu
aku duri bau...

8/25/15

Untuk Mantan


Membencimu seperti mengupas luka lama dengan pisau sakit hati....mengingatmu seperti tidur beralas duri...entah karma apa yang berbicara...hingga yang menganga tak jua tertutup masa....sejuk nyiur melambai tak redakan hati yang pedih...debur ombak yang syahdu tak pungkasi kelana kebencian ini....wahai angin laut yang hangat...bawalah sejuta beban ini ke angkasa...hempaskan semua cermin harapan...lemparkan segala pengharapan ku padanya...selamat jalan...wahai

5/17/14

Najis Anjing


Dirimu menggonggong lagi
semburkan najis penuh kebencian
liurmu menjijikkan
wahai anjing serupa manusia

Muak sudah jengah telah
hidup segan mati tak pasti
wahai pimpinan gerombolan anjing
enyah engkau dari kerumunan kami

daging kami telah habis
tinggal tulang belulang sajalah adanya
masihkah kau minati jua
wahai tamak tak kenal derma

Puisi ini terinspirasi oleh beberapa keluhan siswa pada saat konsultasi di Ruang Bimbingan Konseling. Beberapa peserta didik mengeluh karena kakak kelas mereka sering meminta jatah upeti saat istirahat. Mereka selalu main keroyokan dan meminta uang dengan paksa.Karena kejadian tersebut , saat dibawah pohon mangga sekolah saya buat puisi dan kasus penyimpangan tersebut saya masukkan ke materi bimbingan konseling di dalam kelas.