5/26/10

jera


jera...menguntit tiap riak ku berkaca
malu...lugu dalam laku ku mengaku
dalam genggam bimbang bergoyang riang
riak malu datang jera tiap pilu
ah...mungkin persangkaanku saja rasanya

4/19/10

Bunga

Bunga...
Lama harum menggoda nafas
Segar mengisi rongga urat nadi
Nyali tak sepadan dengan hati
Hingga hati hanya bermimpi sendiri

Di ujung jalan hati berdetak
menanti rona untuk sejenak
Bukan peluk kuharap sangat
Hanyalah senyum sebagai obat

Bunga...
Maaf hamba berucap lancang
Detak mengambang dalam bimbang
Sungguh malang teramat malang
Bunga hilang diambil orang

1/2/10

Entahlah...

Haruskah aku meminta lebih
Sedang senyummu cukup bagiku
Mengapa aku harus mengeluh
Bukankah cinta menari di relung hatimu

Senyumlah padaku wahai pesona
Menarilah bersama mimpi-mimpi
Wahai detak yang tak mampu kuraba
Aku melihat Tuhan dalam parasmu

Telah kupahat didalam hati
Seribu prasasti rangkaian bunga cinta
Semoga kereta asmara mampu membawa segalanya
Karena sebenarnya kau terlalu sempurna

12/30/09

SILSILAH

Debu cintamu butakan mataku
tak kuharap hilang oleh airmata
wahai jiwa yang terselimuti resah
berlarilah lewati serpihan harap

Bagaimana kulewati semua ini
silsilah tak bermuara di garis tangan
tinggi menjulang penghalang menantang
apakah seikat cinta sepadan olehnya?