4/19/10

Bunga

Bunga...
Lama harum menggoda nafas
Segar mengisi rongga urat nadi
Nyali tak sepadan dengan hati
Hingga hati hanya bermimpi sendiri

Di ujung jalan hati berdetak
menanti rona untuk sejenak
Bukan peluk kuharap sangat
Hanyalah senyum sebagai obat

Bunga...
Maaf hamba berucap lancang
Detak mengambang dalam bimbang
Sungguh malang teramat malang
Bunga hilang diambil orang

1/2/10

Entahlah...

Haruskah aku meminta lebih
Sedang senyummu cukup bagiku
Mengapa aku harus mengeluh
Bukankah cinta menari di relung hatimu

Senyumlah padaku wahai pesona
Menarilah bersama mimpi-mimpi
Wahai detak yang tak mampu kuraba
Aku melihat Tuhan dalam parasmu

Telah kupahat didalam hati
Seribu prasasti rangkaian bunga cinta
Semoga kereta asmara mampu membawa segalanya
Karena sebenarnya kau terlalu sempurna

12/30/09

SILSILAH

Debu cintamu butakan mataku
tak kuharap hilang oleh airmata
wahai jiwa yang terselimuti resah
berlarilah lewati serpihan harap

Bagaimana kulewati semua ini
silsilah tak bermuara di garis tangan
tinggi menjulang penghalang menantang
apakah seikat cinta sepadan olehnya?

12/19/09

kesiangan bagimu

jangan menjerit...biarkan saja
jangan kering air mata
lihat dan rasakan saja
semua akan baik-baik

telingaku bosan mendengar jeritmu itu
rasamu cobalah tahan saja
walaupun hari ini akan selamanya
cobalah tahan saja rasamu

usah meratap seperti mereka
ratapmu sia-sia semata
biarkan angin mengeringkan luka mereka
karena angin lebih lembut dari rasamu itu

wahai rasa yang memberontak
cobalah tahan saja amarahmu
terlalu siang untuk menjadi pahlawan kesiangan
jangan kau gendong rasamu itu kemana-mana