Haruskah aku meminta lebih
Sedang senyummu cukup bagiku
Mengapa aku harus mengeluh
Bukankah cinta menari di relung hatimu
Senyumlah padaku wahai pesona
Menarilah bersama mimpi-mimpi
Wahai detak yang tak mampu kuraba
Aku melihat Tuhan dalam parasmu
Telah kupahat didalam hati
Seribu prasasti rangkaian bunga cinta
Semoga kereta asmara mampu membawa segalanya
Karena sebenarnya kau terlalu sempurna
1/2/10
12/30/09
SILSILAH
Debu cintamu butakan mataku
tak kuharap hilang oleh airmata
wahai jiwa yang terselimuti resah
berlarilah lewati serpihan harap
Bagaimana kulewati semua ini
silsilah tak bermuara di garis tangan
tinggi menjulang penghalang menantang
apakah seikat cinta sepadan olehnya?
tak kuharap hilang oleh airmata
wahai jiwa yang terselimuti resah
berlarilah lewati serpihan harap
Bagaimana kulewati semua ini
silsilah tak bermuara di garis tangan
tinggi menjulang penghalang menantang
apakah seikat cinta sepadan olehnya?
12/19/09
kesiangan bagimu
jangan menjerit...biarkan saja
jangan kering air mata
lihat dan rasakan saja
semua akan baik-baik
telingaku bosan mendengar jeritmu itu
rasamu cobalah tahan saja
walaupun hari ini akan selamanya
cobalah tahan saja rasamu
usah meratap seperti mereka
ratapmu sia-sia semata
biarkan angin mengeringkan luka mereka
karena angin lebih lembut dari rasamu itu
wahai rasa yang memberontak
cobalah tahan saja amarahmu
terlalu siang untuk menjadi pahlawan kesiangan
jangan kau gendong rasamu itu kemana-mana
jangan kering air mata
lihat dan rasakan saja
semua akan baik-baik
telingaku bosan mendengar jeritmu itu
rasamu cobalah tahan saja
walaupun hari ini akan selamanya
cobalah tahan saja rasamu
usah meratap seperti mereka
ratapmu sia-sia semata
biarkan angin mengeringkan luka mereka
karena angin lebih lembut dari rasamu itu
wahai rasa yang memberontak
cobalah tahan saja amarahmu
terlalu siang untuk menjadi pahlawan kesiangan
jangan kau gendong rasamu itu kemana-mana
11/5/09
akhirnya..............
Jemari masih basah oleh desah,bersahaja temani tawa dalam senggama.
Terurai sudah mahkota …tak ada tangis tersimpan di saku baju.
Sukma melayang bersanding bintang di pekat malam
Puas menggelanyut di ujung nafas yang tersengal.
Ahh….
Sungguh berat mengikat syahwat...saat pekat menyergap.
Terurai sudah mahkota …tak ada tangis tersimpan di saku baju.
Sukma melayang bersanding bintang di pekat malam
Puas menggelanyut di ujung nafas yang tersengal.
Ahh….
Sungguh berat mengikat syahwat...saat pekat menyergap.
Subscribe to:
Posts (Atom)