1/2/10

Entahlah...

Haruskah aku meminta lebih
Sedang senyummu cukup bagiku
Mengapa aku harus mengeluh
Bukankah cinta menari di relung hatimu

Senyumlah padaku wahai pesona
Menarilah bersama mimpi-mimpi
Wahai detak yang tak mampu kuraba
Aku melihat Tuhan dalam parasmu

Telah kupahat didalam hati
Seribu prasasti rangkaian bunga cinta
Semoga kereta asmara mampu membawa segalanya
Karena sebenarnya kau terlalu sempurna

12/30/09

SILSILAH

Debu cintamu butakan mataku
tak kuharap hilang oleh airmata
wahai jiwa yang terselimuti resah
berlarilah lewati serpihan harap

Bagaimana kulewati semua ini
silsilah tak bermuara di garis tangan
tinggi menjulang penghalang menantang
apakah seikat cinta sepadan olehnya?

12/19/09

kesiangan bagimu

jangan menjerit...biarkan saja
jangan kering air mata
lihat dan rasakan saja
semua akan baik-baik

telingaku bosan mendengar jeritmu itu
rasamu cobalah tahan saja
walaupun hari ini akan selamanya
cobalah tahan saja rasamu

usah meratap seperti mereka
ratapmu sia-sia semata
biarkan angin mengeringkan luka mereka
karena angin lebih lembut dari rasamu itu

wahai rasa yang memberontak
cobalah tahan saja amarahmu
terlalu siang untuk menjadi pahlawan kesiangan
jangan kau gendong rasamu itu kemana-mana

11/5/09

akhirnya..............

Jemari masih basah oleh desah,bersahaja temani tawa dalam senggama.
Terurai sudah mahkota …tak ada tangis tersimpan di saku baju.
Sukma melayang bersanding bintang di pekat malam
Puas menggelanyut di ujung nafas yang tersengal.
Ahh….
Sungguh berat mengikat syahwat...saat pekat menyergap.