angin kering bertiup sudah
sejenak hati berbalut gundah
debu bercanda bersama duka
berpacu dalam sukma
diri terpaku pilu
kerling matamu beku
pucat tanpa cacat
pesona menguap lenyap...laksana mayat
duri telah tertusuk tanpa sengaja
meleleh percaya dalam kerlingan
tertanam dalam dilubuk sanubari
terhianati sepenggal hati
wahai sukma yang mempesona
maaf... hati ini berulah lagi
7/22/09
6/28/09
Golput...??????????
Usah berharap karena pengap tak akan lenyap
Jangan gaduh karena peluh usah mengeluh
Kita takkan kemana-mana...sebenarnya
Jiwa terbelah derita... sejak lama
Berkawan asa dalam semu
Celotehan burung merak dalam sesak
Muntahkan muak...dalam semak
Sepanjang musim... harapan berguguran
Ilusi tampak disela mimpi
Tiga pasang merak menyeruak
Musim mimpi hadir kembali
Kita takkan kemana-mana...sebenarnya
Usah berharap karena pengap tak akan lenyap!!!!
Jangan gaduh karena peluh usah mengeluh
Kita takkan kemana-mana...sebenarnya
Jiwa terbelah derita... sejak lama
Berkawan asa dalam semu
Celotehan burung merak dalam sesak
Muntahkan muak...dalam semak
Sepanjang musim... harapan berguguran
Ilusi tampak disela mimpi
Tiga pasang merak menyeruak
Musim mimpi hadir kembali
Kita takkan kemana-mana...sebenarnya
Usah berharap karena pengap tak akan lenyap!!!!
5/18/09
SEPENGGAL KISAH
Sesaat kereta kita berhenti
menderit panjang di atas bantalan
gerbong rapuh bercat karat
bernafas sejenak hilangkan penat
perjalanan ini masihlah panjang
sepanjang mimpi dalam bayang
rebahkan gelisah sejenak
baringkan derita untuk sementara
dipengap ini mari bercerita
tentang cinta atau rel kereta
atau kita hadapi saja
cinta kita seperti rel kereta
kau dijalanmu
dan
aku dijalanku
hanya bisa bersama
tak mampu untuk bersatu ..........
menderit panjang di atas bantalan
gerbong rapuh bercat karat
bernafas sejenak hilangkan penat
perjalanan ini masihlah panjang
sepanjang mimpi dalam bayang
rebahkan gelisah sejenak
baringkan derita untuk sementara
dipengap ini mari bercerita
tentang cinta atau rel kereta
atau kita hadapi saja
cinta kita seperti rel kereta
kau dijalanmu
dan
aku dijalanku
hanya bisa bersama
tak mampu untuk bersatu ..........
5/4/09
apakah..............
Jejak langkah mengayun pelan
derit sandal jepit mencicit
kelelahan..........
Ubin retak ujung lorong
menunggu dalam sepi
di lorong hati
Aku letih menantimu
di bingkai hatiku................
derit sandal jepit mencicit
kelelahan..........
Ubin retak ujung lorong
menunggu dalam sepi
di lorong hati
Aku letih menantimu
di bingkai hatiku................
Subscribe to:
Posts (Atom)