7/24/18

Mabuk Asmara

Lautan biru rasamu yang dalam
Kusebar jala kasmaran
Mengharap sebutir mutiara cinta
Terjaring di pelayaran hati
Perahu ini masih mencoba arungi
Mistisnya samudra gelisah
Kukibarkan bendera kasih sayang
Layar pengharapan kubentangkan
Semoga musnahlah gelombang sumbang
Semoga angin merestui cita - cita
Semoga peta rencana tidak berdusta
Hingga saat bercengkrama nanti
Berlabuh di dermaga hati

7/18/18

Kasmaran

Setitik nyala di ujung jalan
Temaram lentera teras rumahmu
Elusan sang bayu bertiup pelan
Iringi rembulan tinggalkan peraduan
Lihatlah petang merayapi gulita
Pekat memikat hewan malam datang
Gugur daun bambu gemerisik daun randu
Seirama dengan hasratku yang menderu
Dalam petang yang merayap datang
Masih kupandang teras rumahmu
Berharap hawa gersang ini membawa rinduku
Walau aku tahu...
Rasamu sekering kemarau berdebu

Labirin

Kucoba menyusuri labirin hati
Kususuri lorong penuh bunga-bunga
Kubuka tiap pintu rindu disitu
Mengharap ada secuil rasa disana
Sayang beribu sayang...
Labirinmu sungguhlah rumit
Kujumpa jutaan pahatan nama asmara
Tanya mengiring ditiap pintu yang terbuka
Adakah namaku kau jahit di tirai hatimu?
Entahlah...
Masih saja kutelusuri lorong hati ini
Berharap ada sekuntum bunga tertulis namaku disana.
Semoga asa tak selamanya berdusta

Gosip

Gemuruh menapak lewat suara
Bahananya menggelora tak berjeda
Riuh mengisi untaian risau
Bising mengiring di mimpi malam
Ah... kicauan ini sungguh laknat
Kini daku sekarat dalam penat
Payah....