12/27/17
10/23/17
Duduk Bertobatlah
Usah menggerutu....karena Tuhan tak butuh ludahmu
Usah menangisi ...sebab airmata tak selamanya mulia
Usah meratap mengiba ....pangkal petaka dilakumu jua
Usah membenci takdir ini... lidahmu asal mula segalanya
Usah berdalih...asal mula hina engkau pula penyebabnya
Bertobatlah wahai....nikmati saja takdir ini
Sebab Tuhan tahu balasan bagi umat yang keparat
5/26/16
Alamat
Alamat ini masih kusimpan jua
sederet tulisan warna hitam bernoda tinta
kertasnya tak lagi semulus dahulu
bahkan deretan huruf mulai punah
Aku menggenggam dengan berharap
tak ada aral bagi jiwa berjumpa
semoga saja terik bukan halang belaka
karena alamat ini kubuka semua nostalgila
Kotamu tak lagi sepi
rimbunnya pohon asam tak lagi tampak
tembok dan pagar dari besi kokoh mengganti
serasa daku mulai sendiri
Nomor lima-lima
jalan kenanga mengarah utara
berpagar bata tanpa plesteran
masih sama seperti yang engkau ceritakan
Selamat berjumpa wahai kawanku
kuharap engkau tak lupa padaku
daku pengelana dirimba dunia
ku ketuk pintumu sahabat lama
sederet tulisan warna hitam bernoda tinta
kertasnya tak lagi semulus dahulu
bahkan deretan huruf mulai punah
Aku menggenggam dengan berharap
tak ada aral bagi jiwa berjumpa
semoga saja terik bukan halang belaka
karena alamat ini kubuka semua nostalgila
Kotamu tak lagi sepi
rimbunnya pohon asam tak lagi tampak
tembok dan pagar dari besi kokoh mengganti
serasa daku mulai sendiri
Nomor lima-lima
jalan kenanga mengarah utara
berpagar bata tanpa plesteran
masih sama seperti yang engkau ceritakan
Selamat berjumpa wahai kawanku
kuharap engkau tak lupa padaku
daku pengelana dirimba dunia
ku ketuk pintumu sahabat lama
Benci tapi rindu
Aku seperti duri
menusukmu tanpa henti
diselimut kulit ari
Aku seperti comberan
setiap jengkal dilipatan nafas
kutiup bau bagai upas
Aku seperti mimpi buruk bagimu
karena aku tahu
engkau tak kan mampu hidup tanpaku
akulah duri yang kau benci
namun bau yang kau rindu
aku duri bau...
menusukmu tanpa henti
diselimut kulit ari
Aku seperti comberan
setiap jengkal dilipatan nafas
kutiup bau bagai upas
Aku seperti mimpi buruk bagimu
karena aku tahu
engkau tak kan mampu hidup tanpaku
akulah duri yang kau benci
namun bau yang kau rindu
aku duri bau...
Subscribe to:
Posts (Atom)