Di ujung jalan aku masih menanti,sebongkah senyum darimu kutunggu.Hendaklah hati terpatri mati padamu seorang.Ku ikat tali cinta ini ,entah hatimu aku tak tahu?
Setiap singsing sang surya merangkak.Ku tunggu takdirku bertemu dirimu di ujung gang.Dalam hati aku menanti kapankah detak kakimu mendekati.
Kupegang erat tas kumal seragam abu-abu,bersandar pasrah setiap pagi buta untuk berjumpa.Persetan orang berkata.
Ah...cinta memang gila.
2/11/11
1/23/11
1/19/11
Di dadaku ada kamu,sebenarnya.
Semuanya telah berlalu,seonggok sampah masih tersisa dari pesta kemarin.Gelak tawa telah tiada,canda mengembara mencari pemimpi-pemimpi lain.Anyir bau anggur menelusup di tiap kolong meja ukiran jepara.
Semburat kesan tertanam dan tersemat indah di sanubari waktu itu.Ah...aku bertemu senyummu.
Gaun biru muda dengan beberapa pita menghias dada...cantik.Menggumpal rasa ini,hendaklah hati terpaut kembali.Menerawang diam diriku terpaku,kau cantik hari ini...batinku kelu.
Semua telah berlalu,lalat mulai berdendang riang diantara bebauan di sisa sampah pesta kemarin.Hening menerawang mengisi ruang ini,nyatanya aku sendiri padahal baumu masih membekas jelas dan bayangmu masih leluasa kuasai hayalan hati.
Andai ku mampu mengucap barang sepatah saja waktu itu,tentu sesalku berlalu takkan menjadi hantu dalam sedihku.Sayang waktu melayang hilang,menguap bersama asap tembakau dan bau anggur.
Ah...mungkin lain kali kusambung kembali kisah hati ini dengan nyali yang lebih berani,semoga.
Semburat kesan tertanam dan tersemat indah di sanubari waktu itu.Ah...aku bertemu senyummu.
Gaun biru muda dengan beberapa pita menghias dada...cantik.Menggumpal rasa ini,hendaklah hati terpaut kembali.Menerawang diam diriku terpaku,kau cantik hari ini...batinku kelu.
Semua telah berlalu,lalat mulai berdendang riang diantara bebauan di sisa sampah pesta kemarin.Hening menerawang mengisi ruang ini,nyatanya aku sendiri padahal baumu masih membekas jelas dan bayangmu masih leluasa kuasai hayalan hati.
Andai ku mampu mengucap barang sepatah saja waktu itu,tentu sesalku berlalu takkan menjadi hantu dalam sedihku.Sayang waktu melayang hilang,menguap bersama asap tembakau dan bau anggur.
Ah...mungkin lain kali kusambung kembali kisah hati ini dengan nyali yang lebih berani,semoga.
12/31/10
Kita Beda Sebenarnya
Kulihat lautmu
Penuh ikan dan perahu
Kulihat laut ini
Sepi,sunyi,menyendiri
Dengki mengikat iri
dalam hati...
Penuh ikan dan perahu
Kulihat laut ini
Sepi,sunyi,menyendiri
Dengki mengikat iri
dalam hati...
Subscribe to:
Posts (Atom)
